Kenali 7 Jenis Bahan Kemasan Plastik dan Bahayanya


1. Polyethylene Terephthalate (PET)
PET biasanya terdapat pada kemasan botol minuman ringan. PET juga terdapat pada wadah toples untuk selai atau makanan cepat saji. Tipe plastik ini biasanya dapat digunakan untuk makanan yang bisa dihangatkan dalam oven dan microwave. Secara umum PET merupakan jenis yang aman bagi manusia, masalah utamanya terdapat pada antimoni. Ia adalah sebuah elemen metalloid yang mengandung racun yang sewaktu-waktu bisa bocor dari PET ketika mencapai suhu tertentu. Menurut Central Disease Centre Amerika Serikat (CDC), antimoni dapat menyebabkan penyakit kronis dan akut seperti diare, muntah-muntah, dan tukak lambung.

2. High Density Polyethylene (HDPE)
HDPE biasanya digunakan pada kosmetik dan bahan pembersih rumah tangga. HDPE merupakan plastik dengan tingkat bahaya yang rendah. Namun, pada 2011, sebuah penelitian menyatakan bahwa produk plastik HDPE merupakan produk yang paling banyak mengeluarkan senyawa kimia estrogenik. Bahan kimia yang memiliki estrogenik aktif (EA) diduga dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama pada janin dan anak-anak. Paparan EA dapat mengubah struktur sel manusia. Paparan EA tersebut dapat terjadi ketika plastik terkena air mendidih, sinar matahari (UV), dan pemanasan microwave.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)
Bahan plastik ini biasanya dipakai untuk produksi kemasan wadah obat-obatan. PVC merupakan plastik yang cukup berbahaya. Sebuah penelitian di Swedia pada 2008 menemukan bahwa PVC memiliki kemungkinan untuk menganggu sistem imunologi dan pernapasan.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
Jenis plastik ini dapat ditemukan pada bungkus roti, makanan beku, pelapis kertas kotak susu, dan cup untuk minuman dingin atau panas. LDPE juga digunakan untuk membuat wadah penutup, seperti mainan dan botol yang dapat dipencet (seperti untuk madu dan saus mustard). LDPE merupakan plastik dengan tingkat bahaya yang rendah.

5. Polypropylene (PP)
PP biasa terdapat pada wadah yogurt, margarin, dan bungkus makanan siap saji. Jenis ini juga ditemukan pada botol obat-obatan, tutup botol, dan botol untuk saus tomat dan sirup. PP merupakan jenis plastik yang aman.

6. Polystyrene (PS)
Polystrene disebut juga styrofoam, umum ditemukan pada wadah makanan seperti cup, piring, dan mangkuk. PS merupakan jenis yang harus diwaspadai bahayanya. Masalahnya terdapat pada styrene yang dapat luruh dari polystyrene. Saking bahayanya, Styrene dapat menyebabkan kanker. Peneltian yang lain menunjukan bahwa styrene dapat beraksi sebagai neurotoksin dalam jangka waktu yang lama. Meskipun sangat rendah, styrene nyatanya juga diketahui sebagai penyebab tumor paru-paru dalam sebuah percobaan pada seekor tikus. Penelitian di tahun 2007 menunjukan bahwa air panas dalam styrofoam dan wadah berbahan PS telah terkontaminasi dengan styrene dan senyawa aromatic lainnya. Suhu menjadi faktor utama kontaminasi tersebut. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa bahan PS sebaiknya dihindari dalam pengemasan makanan.

7. Plastik 7 (Other)
Plastik 7 atau yang dikenal dengan sebutan other ini terdapat pada botol saus, bumbu, botol makanan bayi, gelas anak-anak, botol air minum, galon air isi ulang, dan kemasan bea cukai. Plastik tipe ini dapat termasuk polycarbonate yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA). BPA dapat mengkontaminasi makanan ketika dicuci untuk digunakan kembali. BPA dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan seperti perubahan hormonal, memperbesar kelenjar prostat, dan asma. BPA juga terkait dengan obesitas dan resistansi insulin. Yang lebih mengejutkan lagi, BPA ternyata terkait dengan kerusakan sistem saraf yang dapat menyebabkan autisme.(*)

Terima Kasih sudah berkunjung di WIB



Baca Juga Artikel Lainnya